7 creative bookshelves

1. Ring Shelf


2. Map of the USA shelf

3. Letters shelf

4. Pacman shelf

5. READ

6. Reading pod shelf

7. Geometric shelf

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

The Magic of Thinking Big #1 by adjie wicaksono

Bismillah..

mau mencoba nge-share isi buku “Berpikir dan Berjiwa Besar” karyanya David J Schwartz. semoga bermanfaat


#1 Percaya Anda dapat Berhasil, maka Anda pun Akan benar-benar Berhasil

setiap orang adalah produk dari pikirannya sendiri. tak seorang pun akan percaya kepada saya sebelum saya percaya kepada diri saya sendiri. alasan mengapa Anda kurang memiliki inisiatif adalah karena Anda tidak percaya bahwa diri Anda sangat berharga.

Percayalah kepada diri sendiri, percayalah Anda dapat berhasil

Bagaimana mengembangkan kekuatan kepercayaan?

1. Berpikir sukses, jangan berpikir gagal. berpikir sukses mengondisikan pikiran Anda untuk menyusun rencana yang menghasilkan keberhasilan
2. Ingatkan diri Anda secara teratur bahwa Anda lebih baik dari yang Anda kira
3. Kepercayaan yang besar. pikirkanlah tujuan-tujuan yang besar dan dapatkan keberhasilan besar

Belajarlah! Bacalah fenomena di sekitar Anda! latih diri Anda untuk mengamati; ambil pelajaran yang berharga melalui proses mengamati yang bahkan sangat sederhana. pilih untuk studi khusus dua orang yang paling berhasil dan paling tidak berhasil yang Anda kenal, dan pelajari fenomena di balik itu!

#2 Sembuhkan Diri Anda dari Dalih, Penyakit Kegagalan

orang yang tidak sukses menderita penyakit pikiran yang mematikan pikiran. dalih yang dibuat oleh orang yang sedang-sedang saja boleh jadi ada, tetapi tidak dibuat oleh orang yang sukses.

Dalih pertama: Dalih Kesehatan. antisipasi dengan:

1. Jangan berbicara tentang kesehatan Anda. orang mungkin mendapatkan sedikit simpati, tetapi ia tidak mendapatkan respek dan loyalitas dengan menjadi pengeluh kronis
2. Jangan khawatir tentang kesehatan Anda
3. Bersyukurlah secara tulus bahwa kesehatan Anda baik sebagaimana adanya. Daripada mengeluh tentang “perasaan tidak enak badan”, jauh lebih baik bersyukur bahwa Anda sehat sebagaimana adanya sekarang
4. Sering-sering ingatkan diri Anda: ‘jauh lebih baik letih karena bekerja daripada letih karena menganggur’

Dalih kedua: Dalih inteligensi. antisipasi dengan:

1. Berkonsentrasilah pada apa yang Anda miliki. temukan bakat unggul Anda
2. Sikap Anda lebih penting dari inteligensi Anda
3. Gunakan pikiran Anda untuk menciptakan dan mengembangkan gagasan

yang penting sebenarnya bukanlah berapa banyak inteligensi yang Anda miliki, tetapi bagaimana Anda menggunakan apa yang benar-benar Anda punyai. minat -antusiasme- itulah faktor yang penting dalam kesuksesan. dengan sikap positif, optimis, dan kooperatif seseorang dengan IQ 100 akan berpengaruh lebih besar dibandingkan orang yang negatif, pesimis, dan tidak kooperatif dengan IQ 120. Ketekunan adalah 95% dari kemampuan.

Risiko orang yang tahu banyak risiko adalah ketakutan untuk bertindak. orang semacam ini menggunakan kekuatan otaknya yang hebat untuk membuktikan mengapa segalanya tidak akan berhasil. bukannya mengarahkan kekuatan mentalnya dalam mencari cara-cara untuk berhasil. ingat! cara berpikir yang memandu inteligensi Anda jauh lebih penting dari berapa banyak inteligensi yang Anda miliki.

Ada kisah bahwa ilmuwan besar Einstein pernah ditanya ada berapa kaki (sekitar 30cm) dalam satu mil. Einstein menjawab, “Saya tidak tahu. mengapa saya harus mengisi otak saya dengan fakta yang dapat saya temukan dalam waktu dua menit di dalam buku acuan standar?”. Einstein mengajarkan kita suatu pelajaran yang sangat besar. Ia merasa bahwa lebih penting menggunakan otak kita untuk berpikir daripada menggunakannya sebagai gudang fakta.

Dalih ketiga: Dalih Usia. antisipasi dengan:

1. lihat usia Anda yang sekarang secara positif
2. Hitung waktu produktif yang Anda miliki
3. Investasikan waktu masa depan dalam mengerjakan apa yang benar-benar ingin Anda kerjakan

Dalih keempat: Dalih Nasib. antisipasi dengan:

1. Terimalah hukum sebab-akibat
2. Jangan menjadi orang yang suka berangan-angan kosong

#3 Bangun Kepercayaan dan Hancurkan Ketakutan

Tingkatkan kepercayaan diri Anda dengan:

1. Bertindaklah! tindakan menyembuhkan ketakutan. menunda dan berdiam menguatkan ketakutan dan menghancurkan kepercayaan diri
2. Lakukan usaha tertinggi untuk memasukkan hanya pikiran positif ke dalam ingatan Anda
3. Tempatkan orang dalam perspektif yang benar
4. Praktekkan melakukan apa yang hati nurani Anda katakan sebagai hal yang benar kepada Anda
5. Buat segalanya tentang Anda berbunyi “Saya percaya diri, benar-benar percaya diri”, dengan melakukan beberapa hal berikut:
* duduklah selalu di barisan depan
* adakan kontak mata
* berjalanlah 25% lebih cepat
* berbicaralah terus terang
* tersenyumlah lebar-lebar

#4 Bagaimana Berpikir Besar

berpikirlah besar dengan:

1. Jauhkan diri dari perasaan inferioritas! berkonsentrasilah pada aset atau kelebihan Anda. Anda lebih baik daripada apa yang Anda duga
2. Gunakan kosakata pemikir besar
* Gunakan kata dan frase yang besar, positif, dan riang dalam mengungkapkan perasaan Anda
* Gunakan kata dan frase yang cerah, ceria, dan menyenangkan dalam mendeskripsikan orang lain
* Gunakan bahasa yang positif untuk membesarkan hati orang lain. beri selamat kepada orang lain pada setiap kesempatan
* Gunakan kata-kata positif untuk menyampaikan rencana kepada orang lain
3. Bentangkan visi Anda. lihat apa kemungkinannya, bukan hanya apa yang ada. beri nilai tinggi pada benda, orang, dan pada diri sendiri. Jangan memandang sesuatu sebagaimana adanya, tetapi pandanglah kemungkinan-kemungkinannya. Visualisasi menambah nilai pada segala sesuatu. Pemikir besar selalu memvisualisasikan apa yang dapat dilakukan pada masa datang. Ia tidak puas dengan masa sekarang
4. Dapatkan pandangan yang besar mengenai pekerjaan Anda
5. Jangan berpikir tentang hal-hal yang sepele
* Usahakan mata Anda tetap terfokus pada sasaran yang besar. “Jauh lebih baik kalah dalam pertempuran dan memenangkan perang, daripada memenangkan pertempuran dan kalah dalam perang”
* Selalu tanyakan pada diri sendiri dalam setiap aktivitas: “Apakah ini benar-benar penting?”
* Jangan terjebak kepada hal-hal kecil dan sepele

#5 Bagaimana Berpikir dan Bermimpi Secara Kreatif

berpikir kreatif berarti menemukan cara-cara baru yang lebih baik dalam mengerjakan apa saja. berpikirlah secara kreatif dengan:

1. Percaya bahwa sesuatu dapat dilakukan
* jika Anda percaya sesuatu itu tidak mungkin, pikiran Anda akan bekerja bagi Anda untuk membuktikan mengapa hal itu tidak mungkin. Akan tetapi jika Anda percaya, benar-benar percaya, sesuatu dapat dilakukan, pikiran akan bekerja bagi Anda dan membantu Anda mencari jalan untuk melaksanakannya
* Pertama, hapus kata tidak mungkin baik dari pikiran maupun kosakata pembicaraan Anda
* Kedua, pikirkan cara melakukan sesuatu yang Anda pikir tidak mungkin (pada awalnya) namun Anda ingin sekali merealisasikannya
2. Jangan biarkan tradisi melumpuhkan pikiran Anda
* Jadilah orang yang bersedia menerima gagasan
* Jadilah orang yang suka bereksperimen dan melakukan hal baru/ unordinary
* Jadilah progresif, bukan regresif. percayalah akan selalu ada cara yang lebih baik dalam melakukan segala sesuatu
3. Bertanyalah kepada diri sendiri “Bagaimana saya dapat bekerja dengan lebih baik?”
* catatan: orang sukses tidak bertanya “Dapatkah saya melakukannya dengan lebih baik?”. karena mereka tahu mereka dapat.
* kapasitas adalah keadaan pikiran
4. Bertanyalah kepada diri sendiri “Bagaimana saya dapat bekerja dengan lebih banyak?”
5. Praktekkan bertanya dan mendengarkan
* Dorong orang lain untuk berbicara. tidak ada cara yang lebih pasti untuk membuat orang lain menyukai Anda dibandingkan mendorong mereka untuk berbicara pada Anda
* Uji pandangan Anda dalam bentuk pertanyaan
* Berkonsentrasilah pada apa yang dikatakan orang lain
6. Bentangkan pikiran Anda
* Bergaullah dengan orang sukses di bidang Anda saat ini
* Bergaullah dengan orang yang berbeda minat kerja yang berbeda, untuk membentangkan pikiran Anda lebih luas lagi
* Selamatkan Gagasan Anda!
o jangan biarkan gagasan Anda lepas. tuliskanlah selalu!
o tinjau gagasan-gagasan Anda secara berkala
o tanam dan pupuk gagasan Anda

#6 Anda adalah apa yang Anda pikirkan tentang Diri Anda

Orang lain melihat di dalam diri kita apa yang kita lihat di dalam diri kita. kita menerima jenis perlakukan yang kita pikir layak kita dapatkan. Agar menjadi penting, kita harus berpikir bahwa diri kita penting, benar-benar berpikir demikian.

Berpikirlah sebagaimana orang penting berpikir, dan jadilah orang penting dengan:

1. Tampil penting. penampilan Anda berbicara pada orang lain dan berbicara pada diri Anda sendiri
* semakin baik Anda dikemas, semakin besar penerimaan publik yang akan Anda dapatkan
* terapkan prinsip: bayar dua kali lebih banyak dan beli setengahnya
* tampil terbaik dan Anda pun akan berpikir dan bertindak dengan cara Anda yang terbaik
2. Berpikirlah pekerjaan Anda penting. maka Anda akan menyaksikan Anda melakukannya dengan jauh lebih baik
* Tumbuhkan antusiasme! maka orang di sekeliling Anda juga akan memilikinya. tumbuhkan dengan cara:
o Berpikirlah antusias!
o Gali lebih dalam dan tumbuhkan ketertarikan terhadapnya
o Dalam segala hal yang Anda lakukan, lakukanlah dengan bersemangat!
o Siarkan berita baik dan positif!
3. Beri diri Anda percakapan singkat penyemangat beberapa kali sehari
4. Di banyak aktivitas, bertanyalah kepada diri sendiri, “Apakah ini cara orang penting berpikir dan bertindak?”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

my site tumblr

jangal lupa mampir juga ya..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

RESUME BUKU KOMITMEN MUSLIM TERHADAP HAROKAH ISLAMIYAH

BAB SATU
Apa artinya saya mengaku muslim?
Pengakuan sebagai seorang Muslim bukanlah klaim terhadap pewarisan,bukan klaim terhadap suatu identitas,juga bukan klaim thd suatu penampilan lahir, melainkan pengakuan untuk menjadi penganut Islam, berkomitmen kepada Islam dan beradaptasi dengan Islam dalam setiap aspek kehidupan.
Adapun karakter yang harus dimiliki agar menjadi seorang Muslim sejati adalah sebagai berikut :
Pertama: Saya harus mengislamkan akidah saya
Akidah seorang Muslim adalah akidah yang benar dan shahih,selaras dengan apa yang terdapat dalam Al-quran dan sunnah Rasulullah Saw.Untuk mengislamkan akidah saya,maka konsekuensinya adalah sebagai berikut:
1. Saya harus meyakini bahwa penciptaan alam ini adalah Allah yang hakim (maha bijaksana),Qadir (Maha kuasa), ’alim (maha tahu) dan qayum (selalu mengurusi mahluknya).
2. Saya harus mengimani bahwa Al-khaliq (Sang maha pencipta) tidak menciptakan alam ini secara sia-sia, karena tidak mungkin terjadi Dzat yang menyandang sifat kesempurnaan itu berbuat sia-sia dalam apa yang diciptakan-Nya.
3. Saya harus meyakini bahwa Allah Swt telah mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab untuk mengenalkan manusia kepada pengetahuan tentang Dia, tujuan penciptaan mereka, awal kejadian mereka dan tempat kembali mereka.
4. Saya harus meyakini bahwa tujuan keberadaan manusia ini adalah mengenal Allah Swt.
5. Saya harus meyakini bahwa balasan bagi orang mukmin yang taat adalah syurga sedangkan balasan bagi orang kafir yang bermaksiat adalah neraka.
6. Saya harus meyakini bahwa manusia melaksanakan kebajikan dan kejahatan dengan ikhtiar dan kehendaknya, akan tetapi ia tidak bisa melaksanakan kebaikan kecuali dengan taufik dan pertolongan Allah.
7. Saya harus meyakini bahwa menetapkan syariat merupakan hak Allah yang tidak boleh dilanggar.
8. Saya harus mengetahui nama-nama dan sifat Allah yang selaras dengan keagungan-Nya.
9. Saya harus bertafakur (merenungkan) mengenai ciptaan Allah,bukan mengenai Dazt-Nya.
10. Sifat-sifat Allah telah banyak diisyaratkan oleh ayat Alquranul karim dan merupakan sifat-sifat yang dituntut oleh kesempurnaan uluhiyah (ketuhanan).
11. Saya harus meyakini bahwa pendapat para salaf lebih utama untuk diikuti, khususnya dalam persoalan takwil dan ta’thil serta menyerahkan pengetahuan mengenai makna-makna kepada Allah Swt.
12. Saya harus beribadah kepada Allah tanpa mempersekutukanNya dengan sesuatu apapun.
13. Saya takut kepada-Nya dan tidak takut kepada selain-Nya.
14. Saya harus mengingatNya dan senantiasa mengingatNya.
15. Saya harus mencintai Allah dengan kecintaan yang menjadikan hatiku senantiasa merindukan keagunganNya,terlambat kepadaNya sehingga mendorongku untuk senantiasa menambah kebaikan,berkorban dan berjihad dijalan-Nya selama-lamanya.
16. Saya harus bertawakal kepada Allah dalam segala keadaan dan menggantungkan diri kepadaNya dalam segala urusan.
17. Saya harus bersyukur kepada Allah Swt atas segala nikmatNya yang tak terhingga serta segala karunia dan rahmatNya yang tidak terhitung.
18. Saya harus beristigfar memohon ampunan Allah dan senantiasa beristigfar.
19. Saya harus menyadari muraqabah (pengawasan) Allah Swt. Baik dalam keadaan sendiri maupun berada di tengah-tengah manusia.
Kedua: Saya harus mengislamkan ibadah saya
Dalam Islam,ibadah adalah puncak ketundukan dan puncak kesadaran mengenai keagungan ma’bud (Tuhan yang disembah).Ia merupakan tangga yang menghubungkan mahluk dengan Khaliq.Ia juga memilki pengaruh-pengaruh yang mendalam dalam interaksi antar sesame hamba Allah. Untuk mengislamkan ibadahku,maka konsekuensinya adalah sebagai berikut:
1. Ibadahku harus “hidup” dan “tersambung” kepada ma’bud (Tuhan yang dibadahi).Inilah derajat Ihsan dalam beribadah.Rasulullah Saw pernah ditanya mengenai ihsan ,maka beliau menjawab, “Hendaklah kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihatNya,jika kamu tidak bias (seakan-akan) melihatnya,maka (sadarilah) bahwa ia melihatmu”.
2. Ibadahku harus khusyuk,sehingga saya bisa mengahayati kehangatan komunikasi dengan Allah dan nikmatnya kekhusyukan.
3. Dalam beribadah,hati saya harus hadir (sepenuh hati),melepaskan pikiran dari sekelilingku,yaitu segala kesibukan dan keinginan duniawi.
4. Dalam beribadah,saya harus tamak,tidak pernah puas dan rakus,tidak pernah kenyang.
5. Saya harus memilki keinginan yang besar untuk melaksanakan Qiyamulail (shalat malam) serta melatih diri untuk melaksanakannya sampai terbiasa,karena Qiyamulail merupakan salah satu”mesin keimanan” yang paling besar.
6. Hendaklah saya menyediakan waktu untuk membaca dan merenungkan Alquranul karim khususnya pada waktu fajar.
7. Doa harus menjadi tangga bagiku untuk memohon kepada Allah dalam setiap keadaan.
Ketiga: Saya harus mengIslamkan ahlak saya
Berahlak mulia merupakan tujuan pokok dari risalah Islam. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Rasulullah Saw. Dalam sebuah haditsnya,”Sesungguhnya aku diutus oleh Allah untuk meyempurnakan ahlak yang mulia”. Ahlak mulia merupakan bukti dan buah keimanan. Keimanan tidak ada nilainya tanpa akhlak. Diantara sifat-sifat yang seyogianya terdapat pada seseorang agar ia berahlak Islami adalah sebagai berikut:
1. Bersikpalah wara’ (hati-hati) terhadap syubhat. Hendaklah manusia berhati-hati terhadap hal-hal yang diharamkan dan segala syubhat.Sikap wara' yang paling tinggi tingkatannya adalah yang disebutkan oleh Rasulullah Saw. Dalam hadits beliau, “Tidaklah seorang hamba mencapai derajat orang yang bertaqwa sampai ia meninggalkan apa yang tidak haram karena berhati-hati terhadap apa yang haram”.
2. Menahan pandangan. Hendaklah ia menahan pandangannya dari segala yang diharamkan oleh Allah,karena pandangan itu menimbulkan keinginan dan secara bertahap akan membawa pelakunya untuk melakukan dosa dan kemaksiatan.
3. Menjaga lidah. Hendaklah ia menjaga lidahnya dari berbicara yang berlebihan ,kata-kata kotor,kalimat-kalimat yang kasar,pembicaraan yang sia-sia,bergunjing dan mengadu domba.
4. Malu (Haya’). Hendaklah ia menjadi seorang yang pemalu dalam segala keadaan,namun sifat pemalunya ini jangan sampai menghalanginya untuk berani dalam kebenaran.
5. Pemaaf dan sabar. Salah satu sifat paling menonjol yang harus terdapat pada diri seorang muslim adalah sifat pemaaf dan sabar.”Barangsiapa bersabar dan memaafkan,sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan”.
6. Jujur. Ia harus jujur ,tida berdusta,mengatakan yang benar walaupun terhadap diri sendiri,tanpa merasa takut akan celaan orang yang mencela demi mendapat ridha Allah.
7. Rendah hati. Ia harus bersikap rendah hati ,khususnya terhadap saudara-saudaranya sesama muslim,tanpa membeda-bedakan dalam sikap tersebut antara yang kaya dan yang miskin.
8. Menjauhi prasangka,ghibah dan mencari cela sesama muslim.
9. Dermawan dan pemirah. Hendaklah ia menjadi seorang yang dermawan dan murah hati,siap mengorbankan jiwa dan hartanya di jalan Allah.
10. Menjadi teladan yang baik.
Keempat: Saya harus mengislamkan keluarga dan rumah tangga saya
Pengakuan sebagai seorang Muslim harus menjadikan saya sebagai pemilik risalah Islam ini dalam seluruh kehidupan.Bahkan saya harus menjadikan seluruh hidup dikendalikan sesuai dengan ajaran risalah Islam ini. Saya harus membawa risalah Islam kepada “masyarakat kecilku”;kepada keluargaku,kepad istriku,kepada anak-anakku,kemudian kerabat dekat,kemudian yang terdekat.Itulah jalan yang ditempuh oleh Rasulullah Saw pada saat memulai dakwah.
1. Tanggung jawab pernikahan.
• Pernikahan harus saya lakukan semata-mata karena Allah.
• Hendaklah salah satu tujuan pernikahanku adalah menahan pandangan,memelihara kemaluan dan bertaqwa kepada Allah,Rabbku.
• Saya harus memilih istri,pendamping hidup dan teman perjalanan dengan sebaik-baiknya.
• Saya harus memilih wanita yang berahlak dan beragama,sekalipun lebih rendah dibandingkan wanita lain dalam hal harta dan kecantikan.
• Saya harus berhati-hati jangan sampai melanggar perintah Allah dalam hal pernikahan dan takut kepada murka dan hukuman-Nya.
2. Tanggung jawab pascapernikahan.
a. Saya harus bersikap baik dan menghargainya,agar tumbuh kepercayaan antara saya dan dia.
b. Jangan sampai hubungan dengan istriku sebatas hubungan ranjang dan nafsu semata.
c. Hubungan dengan istriku baik dalam hal-hal yg telah disebutkan maupun yang belum disebutkan harus mengikuti tuntunan syara’.
3. Tanggung jawab bersama dalam mendidik anak. Pada kenyataannya,kesuksesan pernikahan,pemilihan istri yang shaleha,meleburnya suami-istri dalam wadah Islami;ketiganya berperan besar dalam mendidik anak-anak dengan pendidikan Islam sebagaimana diharapkan.Pada hakikatnya,buah yang diharapkan dari terbentuknya rumah tangga Muslim adalah memunculkan keturunan yang shaleh.
Kelima : Saya harus mengalahkan nafsu saya
Manusia senantiasa dalam pergulatan melawan nafsunya,sehingga ia bisa mengalahkan nafsu atau nafsu itu yang mengalahkannya.atau dengan kata lain,pertarungan itu akan tetap berlangsung sampai ajal menjemputnya.
1. Sifat-sifat manusia.
a. Ada tipe manusia yang dikalahkan oleh nafsu mereka. Mereka cenderung kepada “Bumi” dan kehidupan dunia. Mereka adalah orang-orang kafir dan siapa saja mengikuti jalan mereka seperti orang-orang yang telah melupakan Allah sehingga Allah menjadikan mereka lupa diri.
b. Ada tipe orang-orang yang bersungguh-sungguh memerangi nafsunya dan melawan keinginannya. Kadang-kadang mereka menang, tetapi kadang-kadang kalah. Mereka kadang berbuat kesalahan, tetapi kemudian bertobat. Mereka kadang bermaksiat kepada Allah, namun lantas menyesal dan bersitigfar.
2. Perangkat-perangkat untuk memenangkan pertarungan melawan hawa nafsu.
a. Hati. Selama hati dalam keadaan hidup, lembut, jernih, kukuh dan bercahaya.
b. Akal. Selama akal memiliki bashirah (kebijaksanaan), berpengetahuan, mampu membedakan, dan mencari ilmu yang dapat mendekatkan diri seseorang kepada Allah, serta mengetahui keagungan dan kekuasaan-Nya.
3. Indikasi-indikasi kekalahan ahlak. Sesungguhnya, ketika hati manusia mati atau mengeras, ketika akalnya padam atau meyimpang dan ia kalah dalam peperangannya melawan setan, ketika itu banyak pintu kejahatan didalam dirinya sendiri dan setan mengalir didalam diri anak adam sebagaiman aliran darah.
4. Sarana-sarana untuk membentengi diri dari masuknya setan.
a. Sikap percaya dan menerima.
b. Takut datangnya kematian.
c. Menyadari akan hilangnya nikmat dan keburukan hisab.
d. Mengingat karunia dan rasa takut kepada akibat yang akan menimpa.
e. Mengenali hak dan kehormatan orang lain.
f. Menerima dan rela dengan pembagian yang diberikan oleh Allah Swt.
g. Ikhlas
h. Menyadari sirna(fana’)-nya semua yang ada di tangan mahluk dan kekalnya pahala yang ada di sisi Allah.
i. Rendah hati
j. Percaya kepada Allah dan zuhud terhadap apa yang menjadi milik manusia.
Keenam : Saya harus yakin bahwa hari esok milik Islam
Saya harus yakin bahwa hari esok adalah milik islam dan islam harus menjadi satu-satunya manhaj yang dapat memimpin dan membimbing manusia ke jalan yang benar. Kita juga harus yakin bahwa produk manusia memiliki kekurangan, dan hanya islam yang mampu mengatur seluruh aspek kehidupan sehingga islam harus menjadi agama yang rahmatan lil ‘alamin. Islam merupakan manhaj yang tunggal, integral, mondial, fleksibel, dan robbaniyah sehingga islam akan mampu mengatur kehidupan umat manusia. Keyakinan saya didorong oleh beberapa hal :
1. Rabbaniyah Manhaj Islam. Manhaj Islam yang bercorak ketuhanan adalah suatu sibghah (konsep agama) yang menjadikannya terdepan dibandingkan dengan seluruh sistem positif produk manusia dan memiliki spesifikasi unik untuk tetap bertahan dan memberikan manfaat di setiap zaman, tempat, dan di kawasan manapun.
2. Universalitas manhaj islam. Merupakan perwujudan warna humanisme, konkretisasi dari warna keterbukaan dan kemampuan untuk memikul tanggungjawab keterbukaan ini. Warna ini menjadikannya meninggalkan sentimen sempit terhadap ras, nasionalisme, gender, atau keturunan.
3. Elastisitas Manhaj Islam. Yaitu warna yang memberinya kemampuan untuk menampung segala problema kehidupan yang berubah-ubah, bervariasi, dan bermacam-macam. Warna yang melapangkan tempat untuk berijtihad dalam menyimpulkan hukum-hukum berkenaan dengan masalah-masalah yang tidak ada nashnya, melalui metode qiyas atau mempertimbangkan mashlahah mursalah, istihsan, dan argumen lain yang diakui syara’.
4. Kelengkapan manhaj Islam. Yaitu warna yang membedakannya dari sistem “bumi” serta tatanan-tatanan buatan lainnya yang memiliki tujuan terbatas. Manhaj Islam adalah sistem yang diberikan oleh Al-’Alim dan Al=Khabir, yaitu Allah (SWT) Yang Mahatahu segala urusan manusia, apa saja yang dibutuhkan manusia, apa saja yang merupakan maslahat manusia, dan sebagainya.
5. Keterbatasan Sistem-sistem “wadh’iyah” (buatan manusia). Sistem buatan manusia memiliki banyak keterbatasan dalam tataran aplikatifnya.


BAB DUA
APA ARTINYA SAYA BERAFILIASI TERHADAP GERAKAN ISLAM?
Dasar untuk mengaku sebagai aktivis pergerakan Islam adalah hendaknya pada diri seseorang telah terwujud semua sifat dan karakteristik pengakuannya sebagai Muslim. Inilah yang menjadikan pergerakan Islam memberikan perhatian terhadap kaderisasi, agar muncul individu Muslim yang benar keislamannya, sebelum menyiapkannya sebagai aktivis pergerakan. Karakteristik yang harus dimiliki oleh setiap Muslim agar pengakuan keislamannya benar, sebagai berikut:
Pertama, Saya harus hidup untuk islam
Manusia terbagi menjadi tiga golongan:
1. Golongan yang hidup untuk dunia. Kaum materialis. Oleh Al-Qur’an, mereka disebut sebagai “dahriyin”. Lenin, salah seorang tokoh Komunis Rusia, pernah mengomentari pendapat seorang filosof seperti ini, “Sesungguhnya, alam semesta ini tidak prenah diciptakan oleh Tuhan atau manusia. Ia telah ada sejak semula dan akan tetap ada. Ia akan menjadi obor yang hidup abadi, ia akan hidup dan padam mengikuti hukum-hukum tertentu.”
2. Golongan yang tercampakkan di antara dunia dan akhirat. Mereka merupakan kebanyakan manusia yang goyah keyakinannya, tersesat tindakan-tindakan mereka dalam kehidupan dunia ini, akan tetapi mereka menyangka bahwa mereka telah berbuat kebaikan. Sekalipun mereka adalah orang-orang yang percaya kepada Allah dan hari akhir, tetapi keyakinan mereka ini sekedar formalitas yang terpisah secara total dari keadaan nyata mereka.
3. Golongan yang menganggap dunia sebagai lahan bagi kehidupan akhirat. Mereka itulah orang-orang mukmin sejati. Orang-orang yang menyadari hakikat kehidupan ini, sebagaimana mereka mengetahui nilai dunia dibangdingkan dengan akhirat.
4. Bagaimana saya hidup untuk Islam?
Agar hidup saya diarahkan di jalan islam dan untuk islam, maka saya harus mengetahui dan memegang teguh sejumlah perkara, di antaranya:
• Mengetahui tujuan hidup.
• Mengetahui nilai-nilai dunia dibandingkan dengan akhirat.
• Menyadari bahwa kematian pasti datang dan mengambil pelajaran darinya.
• Mengetahui hakikat Islam. Caranya adalah dengan memperdalam, mempelajari dan memahami prinsip-prinsip, hokum-hukum, hal-hal yang dihalalkan dan hal-hal yang diharamkan.
• Mengetahui hakikat jahiliyah. Yaitu dengan mengenali pemikiran-pemikiran, aliran-aliran, program-program, cacat-cacat dan kekurangan-kekurangannya serta mengetahui bahaya-bahaya dan mudarat-mudaranya agar bias menghindarkan diri darinya serta mempersiapkan bekal yang diperlukan untuk melawan dan memeranginya.
5. Karaktristik manusia yang hidup untuk islam antara lain:
o Teguh dalam melaksankan ajaran-ajaran islam, sebab keimanan bukanlah sekedar angan-angan, melainkan sesuatu yang diyakini di dalam hati, kemudian dibuktikan dengan perbuatan.
o Memilki kepedulian terhadap kemashlahatan islam.
o Bangga dengan kebenaran dan yakin kepada Allah. Ini merupakan salah satu sifat orang-orang beriman.
o Senantiasa konsisten dalam memperjuangkan islam dan tolong-menolong dengan para aktivis.
Kedua: Saya harus meyakini kewajiban memperjuangkan islam
Memperjuangkan Islam adalah wajib dan bukan sekedar sukarela. Hal ini bisa dilihat dari beberapa sudut pandang:
Kewajibannya sebagai prinsip. Memperjuangkan islam sebagai sebuah prinsip merupakan kewajiban, karena ia merupakan letak bergantungnya pembebanan Allah terhadap seluruh manusia.
Kewajibannya sebagai hukum. Memperjuangkan islam hukumnya wajib, karena lumpuhnya hakimiyah Allah (usaha menjadikan Allah sebagai hakim) di bumi dan berkuasanya tatanan-tatanan dan peraturan-peraturan positif produk manusia atas masyarakat, mengharuskan kaum muslimin untuk mengakkkan masyarakat islami, merintis kehidupan islami, menundukkan manusia kepada Allah dalam akidah, akhlak, maupun tata kehidupan mereka.
Kewajiban menegakkan Islam sebagai kebutuhan darurat. Memperjuangkan islam merupakan kebutuhan darurat yang harus dilaksanakan dalam menghadapi tantangan-tantangan zaman dan konspirasi musuh-musuh islam guna menghentukan gelombang materialisme dan gerak ateisme yang telah mengancam dan mendongkel serta memusnahkan eksistensi islam.
Kewajiban secara individu dan kolektif. Sesungguhnya tanggung jawab berjuang untuk islam merupakan kewajiban syar’i adalah termasuk dalam kategori kewajiban individu.
Barang siapa berjihad, sesungguhnya ia berjihad untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya hal pertama yang menjadi kewajiban para aktivis islam adalah hendaknya sepenuhnya menyadari bahwa merekalah sebanar-benarnya yang membutuhkan islam dan bahwa mereka ketika berjuang dan berjihad hakikatnya dilakukan dalam rangka membersihkan dirinya, menyucikan jiwanya, melaksankan sebagian hak Allah yang wajib mereka tunaikan dan agar mereka bisa mengharapkan pahala dari Allah pada hari ketika penglihatan tidak bisa tetap dalam melihat dan hati telah mentesak ke tenggorokkan.
Ketiga: Pergerakkan islam: misi, karakteristik dan perlengkapannya
1. Misi Pergerakan Islam. Yaitu menghambakan manusia kepada Allah Swt sebagai pribadi maupun sebagai ,masyarakat dengan memperjuangkan tegaknya masyarakat islam yang mengambil hukum-hukum dan ajaran-ajaran dari Al-Quran dan Sunah Rasul-Nya. Pergerakkan islam adalah sebuah organisasi internasionla yang berkembang agar mewadahi seluruh aktivis di kancah perjuangan islam di setiap kawasan bumi. Hendaknya di dalam umat ini dapat tegak:
• System pemerintahan internal
• System hubungan internasional
• Tatanan aplikatif dibidang kehakiman
• System pertahanan dan kemiliteran
• System perekonomian yang bersifat mandiri
• System pendidikan dan pengajaran
• Tatanan individu
• Spirit umum yang mewarnai setiap individu umat
2. Karakteristik dasar pergerakan Islam :
a. Ia merupakan pergerakan yang bercorak rabbaniyyah (ketuhanan). Ia mengambil konsepsi, hukum-hukum, akhlak, tradisi-tradisi dan pemikiran-pemikiran dari agama Allah yang abadi dan risalah-Nya yang terakhir.
b. Ia merupakan pergerakan independent. Ia merupakan pergerakkan yang muncul dari realitas masyarakat islam, bukan impor atau mengambil inspirasi dari timur atau barat sebagaimana organisansi-organisasi dan lembaga-lembaga lain.
c. Ia merupakan pergerakan yang progressif. Substansi keyakinan, peraturan dan konsepsinya mengenai alam, manusia dan kehidupan lebih maju dan lebih mampu untuk memecahkan problem-problem manusia dan kehidupan daripada konsep-konsep produk manusia yang lemah terbatas.
d. Ia merupakan pergerakan komprehensif. Artinya, dakwah tidka sebatas bertujuan memperbaiki salah satu dari aspek-aspek kehidupan ini tanpa lainnya. Keislaman bermakna kemumuman dan kelengkapan pergerakkanya.
e. Menjauhi Perselisihan fiqih, karena ia meyakini bahwa peselisihan dalam masalah-masalah furu’ merupakan keniscayaan, karena itu ia mengajak untuk menyatukan kaum muslimin dalam ikatan prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah islam.
3. Spesifikasi Gerakan Islam
a. Jauh dari kekuasaan para penguasa dan politikus, walau di antara anggotanya ada yang menjadi penguasa dan politikus.
b. Memiliki tahapan dalam dakwahnya. Imam Hasan Al-Banna, dalam Risalah Ta’alim, menjelaskan bahwa dakwah ini memiliki tiga tahapan yaitu:
o Ta’rif dan bimbingan, pendirian lembaga-lembaga yang bermanfaat, serta sarana-sarana operasional lainnya.
o Tahapan Takwin menyaring unsur-unsur yang baik untuk memikul beban-bedan jihad dan membentuk sinergi satu sama lain. Aturan dakwah dalam tahapan ini adalah sufi murni dilihat dari aspek spiritual dan militer murni dilihat dari aspek operasional. Pada tahapan ini tidak ada yang berhubungan dengan dakwah selain orang yang memiliki kesiapan sejati untuk memikul beban-beban jihad yang panjang dan banyak tanggungjawab. Tanda-tanda pertama kesiapan adalah ketaatan yang penuh.
o Tahapan Tanfidz pada tahapan ini berupa jihad tanpa kompromi, aktivitas berkesinambungan dalam rangka mencapai tujuan, serta ujian dan cobaan yang tidak mungkin mampu bersabar menghadapinya selain orang-orang yang tulus. Tidak ada yang menjamin kesuksesan dalam periode ini selain ketaatan yang penuh pula.
c. Mengutamakan aktivitas dan produktivitas ketimbang klaim dan propaganda.
d. Mengatur napas yang panjang.
e. Nyata dalam aktivitas, rahasia dalam organisasi.
f. Uzlah kejiwaan, bukan fisik.
g. Tujuan tidak menghalalkan segala cara.
4. Perlengkapan pergerakan Islam:
a. Memiliki keimanan yang kuat.
b. Meyakini jalan yang mereka tempuh, keistimewaan dan kebaikannya.
c Meyakini persaudaraan serta hak-hak dan kesakralannya.
d. Meyakini agung dan besarnya pahala.
e. Meyakini akan diri sendiri.
Keempat: Saya harus mengetahui jalan perjuangan islam
Imam Syahid Hasan Al-Banna, dalam Majmu’atur Rasail , melukiskan potret pejuang Islam sebagai berikut: ”Wahai para ikhwan, kalian bukanlah organisasi sosial, bukan partai politik, bukan pula organisasi domestik yang memiliki keterbatasan tujuan. Tetapi kalian adalah ruh baru yang mengalir di dalam hati sanubari umat ini, kemudian dihidupkan oleh ALLAH dengan cahaya Al-Quran. Kalian adalah cahaya baru yang bersinar terang, yang akan memorak-porandakan kegelapan hidup hedonistis dengan makrifatullah. Ketahuilah, kalian adalah suara yang bergaung keras dengan menggemakan seruan Rasulullah Saw”.
Kelima: Saya harus mengetahui dimensi-dimensi afiliasi saya kepada pergerakan islam
• Afiliasi dalam akidah. Hal ini merupakan dimensi pertama karena pergerakan ini menolak afiliasi ketokohan yang biasa terjadi pada kelompok-kelompok paternalistis yang dapat dianggap sebagai kuman yang akan menhancurkannya.
• Afiliasi dalam tujuan. Hendaklah keaggotaannya merupakan keanggotaan dalam tujuan, dengan makna bahwa tujuan anggota hendaklah terkait dengan tujuan jamah dalam kondisi apapun.
Keenam: Saya harus mengetahui poros-poros perjuangan islam.
Tiga Poros Perjuangan Islam :
1. Kejelasan tujuan.
2. Kejelasan jalan.
3. Komitmen terhadap jalan Rasul Saw.
Ketujuh: Saya harus mengetahui persyaratan baiat dan keanggotaan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
1. Kualitas bukan kuantitas.
2. Baiat dan hukumnya.
3. Ketaatan dan hukumnya.
4. Rukun-Rukun baiat.
5. Kewajiban-kewajiban akhi muslim.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pemodelan Matematika Anton, Fitri n Mery

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Passion Test (Buat yang bingung akan masa depan)

by karafuruworld in Article, Education, Tips Tags: Di antara pilihan, fokus pada bidang, gue banget, passion test, pekerjaan, pilihan, sukses

Bismillah.



Masih bingung tentang pilihan hidup? Masih bingung mau jadi pebisnis atau jadi karyawan? Masih bingung mau jadi apapun di antara pilihan-pilihan yang ada? Jangan khawatir, ada Passion Test.

Passion Test ini baruuuu aja Karafuru San dapet di Pelatihan Kewirausahaan Salman. Tujuan dibuatnya adalah untuk mengetahui di mana hasrat kita ke depannya. Intinya sih sama kek minat dan bakat.

Caranya? Cukup jawab pertanyaan-pertanyaan berikut (bagian di bawah adalah contoh jawaban Karafuru San):

TAHAP 1

1. Pekerjaan apa yang kamu berani dan suka lakukan walau ga dibayar? Sebutin 10 buah!

Mendesain; Menyanyi; Mengedit video; Membuat Lagu; Menulis Blog; Memanaj orang; Bikin marketing tools; Ngasih materi (training); Beres-beres kamar; Masak

2. Hobi apa yang paling seneng banget dilakuin? Sebutin 10 buah!

Online; Main-main sama Corel; Denger musik; Main musik; Jadi pendengar yang baik; Nolong orang; Nyenengin orang; Bisnis; Mengambil gambar; Refleksi diri.

3. Kalo dibayar, pengen jadi apa? Sebutin 10 buah!

Owner perusahaan konveksi; Owner bisnis kuliner; Bikin sensor dengan rangkaian elektronik; Ngedesain; Nyanyi; Bikin lagu; Mengedit video; Manager HRD; Distributor ikan; Distributor Tanaman hias.

========

TAHAP 2

1. Dari nomor 1 di TAHAP 1, pilih 3 yang “gue banget!”

Mendesain; Memanaj orang; Ngasih materi (training).

2. Dari nomor 2 di TAHAP 1, pilih 3 yang “gue banget!”

Main-main sama Corel; Nyenengin orang; Bisnis.

3. Dari nomor 3 di TAHAP 1, pilih 3 yang “gue banget!”

Owner perusahaan konveksi; Owner bisnis kuliner; Ngedesain.

========

TAHAP 3

1. Dari nomor 1 di TAHAP 2, pilih 1 yang “gue banget!”

Memanaj orang

2. Dari nomor 2 di TAHAP 2, pilih 1 yang “gue banget!”

Nyenengin orang.

3. Dari nomor 3 di TAHAP 2, pilih 1 yang “gue banget!”

Ngedesain.

4. Sebutin satu concern yang pengen banget-banget-banget kamu dalemin!

Konveksi

=========

TAHAP 4

Rangkai keempat jawaban dari pertanyaan di TAHAP 3 jadi sebuah kalimat yang ngegambarin kamu banget!

Saya adalah seorang owner perusahaan konveksi yang mampu memanaj karyawan dengan baik, dan memperhatikan kesenangan konsumen dengan kualitas desain yang sangat baik.

========

Kalo TAHAP 4 ini udah terjawab dalam satu bidang yang sama, maka itulah yang bisa kamu perdalam biar bisa jadi orang yang sukses. Tapi kalo ada dua atau lebih bidang dalam kalimat itu, (misal: “saya adalah seorang pengusaha kuliner yang bisa mengisi training di berbagai tempat dengan diselingi nyanyian”) maka harus diperuncing lagi. Dipilih lagi mana yang bener-bener pengen diperdalam, apakah kulinernya? apakah jadi trainernya? ataukah jadi penyanyi?… Kalo udah dipilih, baru kita bisa fokus…

Karena, dari Passion Test ini, Semakin fokus kita pada suatu bidang, semakin dekat kita dengan kesuksesan itu… TRY! ^_^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS